Dua Kabupaten di NTB Serentak Diterjang Banjir

Bima – Hujan yang tak kunjung berhenti sejak seharian mengguyur Kabupaten Bima dan Dompu, bahkan Kota Bima, mengakibatkan banjir bandang menerjang, menghantam pemukiman hingga areal persawahan dan ladang warga, (2/4/2021).

Dilansir dari Dompusiar.net. Beberapa infrastruktur, sarana dan prasarana umum, ratusan rumah, bahkan hasil pertanian warga dilaporkan mengalami kerusakan dan terancam alami kegagalan panen.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media dari berbagai sumber menyebutkan. Banjir yang serentak menghantam 2 (dua) Kabupaten ujung timur Pulau Sumbawa bahkan NTB itu cukup menghebohkan warga.

Tingginya intensitas hujan dan durasi yang relatif lama, akibatnya Daerah Aliran Sungai (DAS) tak mampu menampung sehingga air meluap menerjang pemukiman warga.

Dapat dilaporkan kondisi terparah dijumpai hampir di 7 (tujuh) Kecamatan di Kabupaten Bima. Antara lain, di Kecamatan Madapangga, Bolo, Woha, Parado, Wawo, Sape bahkan di Kecamatan Tambora.

Di Kecamatan Madapangga, 6 dari 10 Desa mulai dari Desa Woro, Mpuri, Tonda, Dena, Rade sampai Desa Bolo dilaporkan terdampak.

Menyusul Kecamatan Bolo, juga 6 dari 12 Desa, mulai dari Tambe, Rasabou, Rato, Leu, Timu bahkan Bontokape juga disasar banjir dengan kondisi yang tampak parah.

Di Kecamatan lain yang dapat dilaporkan dengan kondisi terparah, yakni di Desa Pela Kecamatan Parado, Desa Sie Kecamatan Woha, Kananga di Tambora.

“Banjir tahun ini mungkin yang terparah dalam dua dekade terakhir di Kabupaten Bima dan juga Dompu,” ungkap sumber media ini di Lapangan.

Sementara di Kabupaten Dompu, sehari sebelumnya, banjir menerjang Wilayah Kecamatan Pajo dengan menggenangi Desa Lune, Ranggo dan Tembalae. Namun, kali ini banjir justru kembali menerjang Desa Daha sampai ke Desa Cempi Jaya Kecamatan Hu’u.

Kondisi banjir ini tidak main-main. Akibatnya, di samping ratusan pemukiman penduduk, beberapa infrastruktur seperti jembatan, tanggul serta jalan raya, mengalami kerusakan akibat ganasnya terjangan banjir.

Di samping itu, juga dilaporkan menggenangi beberapa sarana seperti kantor pemerintahan, puskesmas dan balai layanan seperti posyandu, kantor pos, rumah jaga dan masih banyak lagi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari otoritas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Kedua Kabupaten mengenai jumlah pasti tingkat kerusakan dan kerugian, adanya korban jiwa dan harta benda, termasuk jumlah areal persawahan yang ikut rusak diterjang banjir.

Namun dapat dipastikan seluruh personilnya tampak telah dikerahkan untuk turun meninjau bahkan ikut membantu mengevakuasi warga. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *